Minggu, 04 Mei 2014

Test Personality




Pengertian kepribadian
    Menurut Allport kepribadian adalah organisasi dinamis dalam diri individu yang terdiri dari sistem-sistem psiko-fisik yang menentukan cara penyesuaian diri yang unik (khusus) dari individu tersebut terhadap lingkungannya.
Dengan demikian, berdasarkan definisi di atas, kepribadian memiliki beberapa unsur, yakni:
·         Kepribadian merupakan organisasi yang dinamis. Dengan kata lain tidak statis, tetapi senantiasa berubah setiap saat.
·         Organisasi tersebut terdapat dalam diri individu. Jadi, tidak meliputi hal-hal yang berada diluar didri individu.
·         Organisasi itu berdiri diatas sistem psikis, yang menurut Allport meliputi: sifat, bakat, serta sistem fisik (anggota dan organ-organ tubuh) yang saling terkait.
·         Organisasi itu mementukan corak penyesuaian diri yang unik dari tiap individu terhadap
lingkungannya.

Beberapa macam cara untuk mengukur atau menyelidiki kepribadian. Berikut ini adalah beberapa diantaranya :
1)  Observasi Direk adalah salah satu metode untuk mengukur kepribadian. Observasi direk diadakan dalam situasi yang dikontrol, dapat diulang. Ada tiga tipe metode dalam observasi direk yaitu:
a. Time Sampling Methode.
b. Incident Sampling Methode Dalam incident sampling method, sampling dipilih dari berbagai tingkah laku dalam berbagai situasi. Laporan observasinya mungkin berupa catatan-catatan dari Ibu tentang anaknya, khusus pada waktu menangis, pada waktu mogok makan, dan sebagainya. Dalam pencatatan tersebut hal-hal yang menjadi perhatian adalah tentang intensitasnya, lamanya, juga tentang efek-efek berikut setelah respons.
c. Metode Buku Harian Terkontrol Metode ini dilakukan dengan cara mencatat dalam buku harian tentang tingkah laku yang khusus hendak diselidiki oleh yang bersangkutan sendiri. Misalnya mengadakan observasi sendiri pada waktu sedang marah. Syarat penggunaan metode ini, antara lain, bahwa peneliti adalah orang dewasa yang cukup inteligen dan lebih jauh lagi adalah benar-benar ada pengabdian pada perkembangan ilmu pengetahuan.
2)   Wawancara (Interview)
Menilai kepribadian dengan wawancara berarti mengadakan tatap muka dan berbicara dari hati ke hati orang lain dengan orang yang dinilai. Dalam psikologi kepribadian, orang mulai mengembangkan dua jenis wawancara, yakni:
a. Stress interview Stress interview digunakan untuk mengetahui sejauh mana seseorang dapat bertahan terhadap hal-hal yang dapat mengganggu emosinya dan juga untuk mengetahui seberapa lama seseorang dapat kembali menyeimbangkan emosinya setelah tekanan-tekanan ditiadakan. Interviewer ditugaskan untuk mengerjakan sesuatu yang mudah, kemudian dilanjutkan dengan sesuatu yang lebih sulit secara bertahap.
b. Exhaustive Interview Exhaustive Interview merupakan cara interview yang berlangsung sangat lama; diselenggarakn non-stop. Cara ini biasa digunakan untuk meneliti para tersangka dibidang kriminal dan sebagai pemeriksaan taraf ketiga.
Macam-Macam Tes Kepribadian Tes kepribadian dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu Tes proyeksi dan Tes Invantori.
Tes Proyeksi    

Tes proyeksi digunakan untuk pengungkapan aspek psikologis seseorang dengan menggunakan alat proyeksi. Tes ini berdasar pada eksternalisasi aspek-aspek psikis terutama aspek-aspek ketidaksadaran ke dalam suatu stimulasi/rangsang yang kurang atau tidak berstruktur yang sifatnya ambigu agar dapat memancing berbagai alternatif jawaban tanpa dibatasi oleh apapun. Pelopor tes proyeksi adalah Freud (1984) dengan teori psikodinamikanya, dan kemudian dikembangkan oleh Herman Rorschach (1921) dengan tes Rorschach dan Murray (1935) dengan tes TAT (Thematic Apperception Test) untuk mengungkap aspek-aspek kepribadian manusia.

Tes proyeksi memberikan stimuli yang artinya tidak segera jelas; yaitu beberapa hal yang berarti dia mendorong klien untuk memproyeksikan kebutuhannya sendiri kedalam situasi tes. Tes proyeksi sendiri adalah tes yang tidak mempunyai jawaban benar atau salah, klien yang diuji harus memberikan arti terhadap stimulus sesuai dengan kebutuhan dalamnya, kemampuan dan pertahanannya diri.

Oleh karena tes proyektif menuntut kesimpulan yang luas atau kualitatif (tend to subjective). Kecenderungan untuk subjektif ini dapat diatasi dengan pengetahuan, pengalaman yang besar terhadap tes. Validitas dan reliabilitas tes rendah, karena dalam memberikan kesimpulan sangat luas.

      CIRI-CIRI TES PROYEKSI
  1. Adanya Stimulus yang tidak terstruktur ; memungkinkan subyek mempunyai alternative pilihan jawaban yang banyak. 
  2. Subjek yang mengerjakan tes tidak begitu sadar akan tujuan stimulus yang diberikan serta apa implikasinya. 
  3. Tugas pemeriksa adalah melakukan analisi dan interpretasi holistic-geografis. 
  4. Adanya Stimulus yang ambigu; memungkinkan subyek merespon stimulus tersebut sesuai interpretasinya masing-masing.Stimulusnya kurang mempunyai obyektifitas relative ; memunculkan individu diferensis dari masing-masing subyek 
  5. Global Approach ; menurut kesimpulan yang luas.
Macam-macam  tes proyeksi dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
  1. Associative Techniques. Subjek menjawab stimulus dengan perkataan, image, atau ide-ide yang pertama kali muncul. Ex : Rorschach Inkblots, Word Association
  1. Construction Procedures. Subjek mengkonstruk atau membuat suatu produk (cerita). Dan dari cerita itulah keadaan psikologis klien diungkap. Ex : TAT, MAPS (Make a picture story)
  1. Completion Tasks. Melengkapi kalimat atau cerita yang sudah ada disedikana sebelumnya. Ex : SSCT, Rosenzweig Picture-Frustation Study
  1. Choice Or Ordering Devices. Mengatur kembali gambar, mencatat referensi atau semacamnya. Ex : Szondi Test, Tomkins-Horn Picture Arrangement Test
  1. Expressive Methods. Gambar, cara / metode dalam menyelesaikan sesuatu dievaluasi. Ex : BAUM, HTP, DAP
f.    test wartegg
FUNGSI TES PROYEKSI

Tes proyeksi berfungsi untuk mengungkap keadaan psikologi bawah sadar seseorang yang selama ini di repres kealam bawah sadar. Melalui tes proyeksi ini diharapkan dinamika psikologis itu dapat dikeluarkan melalui alat bantu tes-tes proyeksi.

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN TES PROYEKSI

kelebihan
  • Dapat mengungkap hal-hal di bawah sadar untuk keperluan klinis
  • Dapat menurunkan ketegangan
  • Bersifat ekonomis
  •  Rapport dan keleluasaan penggunaan

Dapat berfungsi sebagai ice breaker karena tugas-tugasnya menarik dan tidak membosankan bahkan seringkali menghibur ; teknik proyektif non verbal bisa di gunakan untuk anak-anak, individu buta huruf dan individu dengan gangguan bicara.

  • Faking. Umumnya bisa menghindarkan kecenderungan faking karena tujuan tes seringkali kabur dan sulit di tebak.
  • Variable tester dan situasi. Teknik proyektif lemah dalam standarisasi, administrasi maupun skoringnya, sehingga variable tester dan situasi tes menjadi sangat penting.
  • Norma. Tidak ada norma standart sehingga seringkali tester menggunakan pengalaman subyektifnya dalam menginterpretasikan sehingga menjadi bias.
  • Reliabilitas. Teknik proyektif mempunyai prosedur scoring yang kurang terstandarisasi sehingga reliabilitas skorer/penilai menjadi sangat penting dengan cara membandingkan konsistensi respon dari subyek.
  • Validitas. Teknik proyektif lemah dalam hal validitas tapi dapat di atasi dengan   mengguanakan alat ukur lain yang mengungkapkan hal yang sama.

Kekurangan
  • Validitas dan reliabilitasnya rendah
  • Tester harus memiliki keterampilan yang khusus untuk dapat menggunakan tes ini dalam kaitannya dengan ketepatan melakukan diagnose
  •  interpretasinya bisa subyektif
  • butuh license untuk menginterpretasinya (psikolog)
  • interpretasinya susah, administrasinya juga lumayan karena harus observasi dan denger klien juga.
  • Ujiian ini hanya diadministrasi oleh seorang psikolog yang berpengalaman dalam menggunakan alat itu dan ahli dalam menafsirkannya
  • dari ujian ini pada objek yang sama dapat disimpulkan berbeda oleh pengamat yang berbeda
  •  
     
TES INVENTORI KEPRIBADIAN
Tes inventori merupakan test report untuk menentukan karakteristik kepribadian, minat (interested), sikap (attitude) dan nilai-nilai (value). Tes inventori berguna untuk mengetahui karakteristik kepribadian seperti minat, penyesuaian diri, motivasi, dan prasangka.
Masalah dalam tes inventori kepribadian: Tes inventori kepribadian tidak bersifat culture free. Oleh karena itu aspek budaya harus di pertimbangkan. Bila tes inventori kepribadian terlalu sensitif terhadapa perubahan, maka sulit mmeperoleh reliabilitas yang tinggi.
Kelemahan tes: itemnya ambigu dan perintah tidak jelas. Subjek ingin menunjukan kesan tertentu pada penguji. Terdapat penafsiran yang berbeda-beda. Faking atau tidak jujur. Item yang dibuat lebih mengarah ke jawaban-jawaban tertentu.
Ada tiga Macam Tes Inventori
1.                  Tes inventori Kepribadian
·  MMPI, (Minnesota Personality Inventory)  Terdiri dari 550 pernyataan positif yang diberikan jawaban beenaratau salah dan tidak dapat mengatakan, item MMPI menggali areayang sangat luas seperti: kesehatan, symptom psikosomatis, gangguan neurologis, gangguan motoric, seksual, religious, sikap social, pendidikan, pekerjaan, keluarga, perkawinan, manifes perilaku neurotic atu psikotik (missal obsesi kompulsif, delusi, halusinasi, referensi ide,fobia, sadis-masokis).

·   PIC (Personality Inventory For Children) Dirancang untuk anak-anak dan remaja usia 6 – 16 tahun. Dapat juga digunakan untuk usia 3 – 5 tahun. Terdiri dari 600 item, benar- salah. Yang menjawab adalah orang dewasa yang mengetahui banyak tentang anak atau remaja tersebut, terutama ibunya.


·  MCMI (Millon Clinical Multiaxial Inventory). Terdiri dari 175 pertanyaan self-descriptive yang diringkas untuk dijawab benar-salah oleh testee. Dirancang untun pasien klinis berusia diatas 17 tahun. Meliputi 29 skala klinis, setiap skala didasarkan pada 16-47 item yang overlap.

·  16 PF (Sixeen Personality Factor Questionnaire) Dibuat untuk usia 16 tahun keatas.Mengungkap 16 trait. Mmiliki kunci untuk verifikasi jawaban yang diebut Motivational Distortione.


·  EPPS (Edwards Personal Preference Schedule). Terdiri dari 225 pasang pertanyaan. Testee memilih salah satu dari pasangan item yang ada. Menggunakan skor ipsaptif, dimana kekuatan need tidak dinyatakan secara absolut tetapi dihubungkan dengan need yang lain.
·  PRF (PERSONALITY RESEARCH FROM),
·   TAT (Thematic Apperception Test)

2.              Tes Inventori Minat

·  SCII (Strong-Cambell Interest Inventory),
·  JVIS (Jackson Vocational Interest Survey)
·  KPR-V (Kuder Preference Record- Vocational)
·  CAI (Career Assessment Inventory)
·  RMIB (The Rothwell-Miller Interest Blank)

3.         Tes inventori Nilai
·  Study Of Value
·  WVI (Work Value Inventory)

EPPS (Edward Personal Preference Schedule)
a. Didesain terutama untuk instrument dalam penelitian dan konseling, untuk mengukur secara tepat dan tepat sejumlah variable normal yang independen.
b. Disusun oleh Edward berdasarkan teori dari H.A.Murray tentang need.
c. H.A Murray = 20 need diambil 15 eed oleh Edward.
d. Lima (5) yang tidak digunakan: counter action, defendance, rejection, play, understanding.
e. Need yang diungkap dalam EPPS merupakan gejala kontinum dan tertuang dalam bentuk Forced Choice
f. Mengukur kebutuhan bukan kemampuan.
EPPS termasuk tes kepribadian yang bersifat objektif. Ciri-cirinya:
a) Tidak ada batas waktu untuk mengerjakan.
b) Ekspresi jawaban dibatasi oleh alternative yang tersedia.
c) Respon merupakan gambaran dari kondisi internal subjek.
d) Norma memberikan gambaran mengenai kondisi subjek.
e) Korelasi antara jawaban dengan kondisi sebenarnya 0,871
Hal yang harus dihindari:
Adanya social desirability yaitu: sesuatu yang diinginkan oleh lingkungan social.
Diantisipasi dengan cara menyajikan dua pernyataan yang mengungkap trait kepribadian yang berbeda pada tiap item.
Lima belas (15) Need dalam EPPS:
1. Achievement : Berpartisipasi
2. Deference : Menyesuaikan diri dengan aturan
3. Order : Keteraturan dalam menunaikan tugas, hak dan kewajiban
4. Exhibition : Menunjukkan diri
5. Autonomy : Mandiri
6. Affiliation : Berempati
7. Interception : Berempati
8. Succorance : Hubungan social yang diwarnai ketergantungan
9. Dominance : Memimpin
10. Abasement : Merendahkan diri, kompromi, toleransi, menyesuaikan diri
11. Nurturance : Memberi perhatian yang diwarnai rasa sayang
12. Cange : Perubahan
13. Endurance : Keuletan, ketekunan
14. Heterosexual : Perhatian kepada lawan jenis.
15. Aggression : Bertentangan dengan orang lain
TES EPPS
o EPPS adalah salah satu tes kepribadian yang bersifat tes verbal
o Bentuk tes: Forced Choice Technique
o Subjek memilih alternatif A atau B yang sesuai dengan pilihannya
o Penggunaan EPPS; educative guidance, vocational guidance, personal problem. Biasanya disertai wawancara
o Data digunakan untuk membicarakan kekuatan relatif variabel dalam diri klien
o Ada kemungkinan terjadi kewaspadaan subjek sehingga bisa “berbohong”
o Korelasi antara apa yang dicerminkan keluar dengan keadaan dalam individu sebesar 0,871
o Terdiri dari 225 aitem
o Inventori kepribadian yang biasa digunakan penuh dengan muatan social diserability
o Menggunakan teori need Murray dari 20 need, Edward hanya menggunakan 15 need.
Instruksi
a) Subjek memilih satu dari dua pernyataan yang telah disediakan (A dan B) manakah yang lebih menggambarkan diri subjek
b) Apabila dua pernyataan tersebut sama-sama tidak disukai atau sama-sama disukai, subjek tetap harus memilih mana yang lebih khas menggambarkan diri subjek
c) Pilihan harus berdasarkan perasaan subjek tidak didasarkan apa yang dianggap wajar
d) Tidak ada jawaban benar dan salah
e) Jangan ada aitem yang terlewati
Skoring
a. Periksa jangan ada aitem yang telewat
b. Buatlah garis merah melalui
No. 1, 7, 13, 19, 25
No. 101, 107, 113, 119, 125
No. 201, 207, 213, 219, 225
c. Buatlah garis biru melalui
No. 26, 32, 38, 44, 50
No. 51, 57, 63, 69, 75
No. 151, 157, 163, 169, 175
d. Disebelah kanan ada kolom bertuliskan
  • n (need)
  • r (raw)
    • Dihitung menjajar (horisontal)
    • Hanya dihitung A yang dilingkari, kecuali A yang terkena garis merah
    • Maksimum 14
  • c (columm)
    • Dihitung secara vertikal
    • Hanya dihitung B yang dilingkari, kecuali yang terkena garis merah
    • Maksimum 14
  • s (sum)
    • Jumlah r + c
    • Maksimum 28
Menghitung Konsistensi
Membandingkan jawaban A atau B yang kena garis merah dengan yang kena garis biru
Bila sama dalam kotak di bawah beri tanda, bila berbeda tidak diberi tanda
Jumlah berapa kotak yang terdapat tanda 
Tulis jumlah tanda pada con (consistency)
Maksimal 15 dan Minimal 10
PENORMAAN
Ubah raw score menjadi Percentil dengan menggunakan norma
Norma berdasarkan jenis kelamin dan kelompok usia:
Percentiles for college student
Percentiles for general adult group
PROFIL
Buat garis pada profil dengan titik awal pada percentil 50
Garis dibuat sesuai dengan jumlaj percentil yang diperoleh subjek pada masing-masing need
INTERPRETASI
o Berisi dinamika psikologis tentang need-need yang dimiliki oleh subjek
o Cek percentil need yaitu:
Tinggi : > 75
Rata-rata : 25 – 75
Rendah : <>
NEED
1. Need of Achievement
◦ Kebutuhan untuk menyelesaikan tugas- tugas yang sukar dan menarik (keinginan untuk berbuat sebaik mungkin untuk menyelesaikan tugas yang sukar dan menarik)
2. Need of Deference
◦ Kebutuhan untuk menyuruh orang lain memutuskan sesuatu pendapat bagi dirinya / kebutuhan untuk menyesuaikan diri, mengikuti, mengikuti tata cara atau norma.
3. Need of Order
◦ Kebutuhan untuk berbuat secara teratur dan rapi dengan suatu perencanaan sebelumnya
4. Need of Exhibition
◦ Kebutuhan untuk menjadi pusat perhatian / menonjolkan diri
5. Need of Autonomy
◦ Kebutuhan untuk berdiri sendiri dalam mengambil keputusan dan menghindari campur tangan orang lain
6. Need of Affiliation
◦ Kebutuhan berinteraksi dengan orang lain, memberikan perhatian terhadap sesama.
7. Need of Intraception
◦ Kebutuhan untuk menganalisa motif / perasaan diri, memahami dan mengerti perasaan orang lain
8. Need of Succorance
◦ Kebutuhan untuk menerima bantuan dari orang lain (afeksi dari orang lain)
9. Need of Dominance
◦ Kebutuhan untuk mengatasi / mempengaruhi orang lain / memerintah/ mengatur orang lain berlaku sebagai seorang pemimpin
10. Need of Abasement
◦ Kebutuhan untuk merendahkan diri, adanya keberanian untuk mengakui kesalahan
11. Need of Nurturance
◦ Kebutuhan untuk merawat orang lain, bersedia memberikan pertolongan kepada siapa yang pantas dan layak menerimanya
12. Need of Change
◦ Kebutuhan untuk berubah / menginginkan atau mencoba hal - hal yang baru
13. Need of Endurance
– Kebutuhan akan keuletan, kegigihan, ketekunan dalam menyelesaikan pekerjaan / mengatasi rintangan-rintangan yang dihadapi
14. Need of heterosexuality
– Kebutuhan untuk bergaul dengan lawan jenis
15. Need of Aggression
–Kebutuhan untuk menyerang pendapat orang lain yang berbeda / untuk suka mempermainkan orang lain
Masing-masing need memiliki sisi positif dan negative.
Ada korelasi positif dan negatif antar need-need dalam tes EPPS
Achievement
+ : Kemauan dan kesanggupan untuk berprestasi
- : Ambisius yang merugikan
Deference
+ : Kemauan untuk menyesuaikan diri
- : Kecenderungan suggestible, kurang kritis
Order
+ : Kebutuhan untuk keteraturan
- : Mengurangi kreativitas dan takut menyimpang
Exhibition
+ : Mampu menunjukkan diri, PD, optimis, extraversi
- : Mengurangi kontrol diri dan disiplin diri, memamerkan diri
Autonomi
+ : Keinginan untuk mandiri, tidak tergantung
- : Kurang mampu adaptasi, fanatik
Afiliation
+ : Kebutuhan terhadap perhatian orang lain yg harmonis, pengertian dan toleransi
- : Kurang tegas
Intraception
+ :Mampu menganalisa perasaan diri dan orang lain
- :Kurang dapat mengambil jarak
Succorance
+ :Kebutuhan untuk menerima bantuan dari orang lain
- :Pasif, manja
Dominace
+ :Keinginan untuk memimpin, mempengaruhi, membimbing, mengarahkan.
- :Otoriter
Abasement
+ : Merendahkan diri untuk menyesuaikan diri, kompromi, toleransi
- : Labilitas emosi, merasa bersalah
Nurturance
+ : Kehangatan perasaan
- : Kurang rasional
Change
+ : Fleksibel, melakukan perubahan
- : Tidak tetap pada pendirian
Endurance
+ : Keuletan, kegigihan dalam menyelesaikan pekerjaan
- : Rigid, asal tahan tidak didasari pertimbangan lain
Heterosexual
+ : Kehidupan sex sehari-hari dalam batas normal
- : Overacting dalam kehidupan sex atau justru tidak sama sekali
Aggression
+ : Progresif, mampu mengontrol agresi, berani
- : Nekad, perbuatan destruktif dalam segala bentuk
LOVE (Kebutuhan Halus)
1. Deference
2. Order
3. Affiliation
4. Intraception
5. Succorance
6. Abasement
7. Nurturance
8. Endurance
HATE (Kebutuhan Kasar)
1. Achievement
2. Exhibition
3. Autonomy
4. Dominance
5. Change
6. Heterosexual
7. Aggression
KRITIK TERHADAP EPPS
— Skor Epsaptif
◦ Skor mutlak tapi relatif
◦ Tingginya skor dalam suatu need diikuti dengan rendahnya skor pada need yang lain.
— Interpretasi tidak bisa interpersonal, melainkan intrapersonal
— Ada kekacauan metodologis yaitu norma yang dibuat dengan menggunakan skor secara absolut
— Administrasi melelahkan dan membosankan
— Norma out of date

Minggu, 30 Maret 2014

Tes Kemampuan mental



Robbin (2007) kemampuan adalah kapasitas seorang individu untuk melakukan beragam tugas dalam suatu pekerjaan. kemampuan adalah sebuah penilaian terkini atas apa yang dapat dilakukan seseorang. Masih menurut robbin kemampauan terdiri atas dua kelompok faktor yaitu”
1.    Kemampuan intelektual yaitu kemampuan yang di butuhkan untuk melakukan berbagai aktifitas mental-berfikir, menalar dan memecahkan masalah dll.
2.    Kemampuan fisik yaitu kemampuan untuk melakukan tugas-tugas yang menuntut stamina, keterampilan, kekuatan dan karakteristik yang serupa.

   Bahwasanya dalam diri setiap individu mempunyai 2 faktor kemampuan tersebut secara alamiah. Namun, seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan baik fisik, kognitif maupun psiko-sosialnya. Hanya ada satu faktor kemampuan yang menonjol. Namun bukan berarti satu kemampuan lainnya tidak mengalami perkembangan, malainkan dia berkembang bersama-sama dalam rentan perkembangan kemampuan yang berbeda. Misalnya: seorang anak terlihat sangat menguasai bidang olahraga tertentu, namun dalam menalar dia mengalami kesulitan. Ini menunjukan bahwa anak tersebut secara kasar kemampuan fisik-nya lebih menonjol tapi sekali lagi bukan berarti bahwa kemampuan intelektual dia bisa dikatakan kurang. Pada dasarnya anak tersebut memang mempunyai kemampuan fisik yang lebih menonjol, namun, pada perkembangan selanjutnya anak tersebut bisa saja mempunyai kemampuan intelektual yang tinggi.  
Untuk mengetahui bagaimana perkembangan kemampuan seorang individu kita perlu melakukan tes psikologi yang dapat menunjukan kemampuan tertentu yang dimiliki dan berada dalam diri seseorang.

Tes kemampuan mental di kategorikan menjadi 3 bentuk yaitu:
1.    Tes Bakat.
2.    Tes intelegensi.
3.    Tes prestasi.

Sejarah

Francis Galton memulai merancang tes sederhana berdasarkan pada asumsinya bahwa: a. Isi pikiran manusia terdiri atas dasar-dasar sensasi. B. Untuk orang-orang yang cerdas tergantung pada ketetapan sensory.
Kemmapuan mental bawaan diukur dengan : a. Sensitivitas terhadap suara-suara. B. Persepsi warna. C. Waktu relasi.  

James Mckeen Cattel membangun tes-tes mental awal dengan menyelenggarakan tes pada mahasiswa untuk melihat tingkat intelektual. Tes-nya diselenggarakan secara individu mwliputi: kekuatan otot, kecepatan gerak, sensitivitas terhadap rasa sakit, ketajaman penglihatan dan pendengaran,  pembedaan berat, waktu reaksi, ingatan dan sebagainya. Cattel mempunyai pandangan yang sama dengan Galton bahwa ukuran fungsi intelektual bisa diperoleh melalui tes-tes pembedaan inderawi dan waktu reaksi.

Binet dan simon
Sebelum kemunculan tes binet dan simon. Binet terlebih dahulu mengkritik bahwa sebagian besar tes karena pengaruh inderawi dan terlalu berkonsentrasi pada kemampuan yang sederhana dan adanya spesialisasi. Lalu dalam pengukuran yang fungsi-fungsi yang lebih kompleks tidak diperlukan presisi tingkat tinggi karena perbedaan individu lebih besar. Binet mengusulkan tes yang kuat dan bervariasi meliputi: fungsi memori, imajinasi, perhatian, pemahaman, sugestibilitas, minat, dll.  

Tes intelektual
1.    CFIT  (Culture Fair Intelegence Test) digunakan untuk mengungkap kemampuan mental secara umum.
2.    TIU (Tes Intelegensi Umum) digunakan untuk mengungkap kemampuan mental secara umu.
3.    TKD (Tes Kemampuan Dasar) digunakan untuk mengukur kemampuan dasar yang dimiliki individu.
4.   AA (Army Alpha) digunakan untuk mengetahui daya tangkap atau daya konsentasi seseorang.
5.    IST
6.   WARTEGG, digunakan untuk mengukur Aktifitas, intelektual, imajinasi dan emosi seseorang.

Begitu banyaknya tes psikologi maka penting bagi seorang psikolog untuk menguasai teori dasar psikologi yang berguna untuk pemberian tes yang tepat pada klien dan untuk menghindari bias-bias pemberian tes.

Minggu, 09 Maret 2014

Psikodiagnostik dan psikologi Diferensial



      Konsep psikodiagnostik pertama kali digunakan oleh Hermann Roschard (1912)  sebagai suatu  metode untuk mendiagnosa kondisi pasiennya menggunakan pendekatan kedokteran. Menurut James Drever (1971) psikodiagnostik adalah suatu upaya untuk  menilai karakteristik individu melalui suatu pengamatan observasi melalui tanda-tanda yang bisa dilihat. Psikodiagnostik tidak hanya mengkalsifikasikan gangguan tingkah laku atau kepribadian yang ada, tetapi membuat deskripsi tentang kepribadian baik dari segi stuktur naupun dinamikanya. Dalam pemeriksaan yang dilakukan harus mengikuti aturan yang baku baik secara keseluruhan maupun khusus.psikodiagnostik tidak terlepas dari yang namanya kepribadian karena tujuan dari psikodiagnostik adalah mendeskripsikan kepribadian seseorang. Sebelum mendeskripsikan kepribadian seseorang kita harus menguasi dan memahami stuktur kepribadian, dinamika dan aspek-aspek kepribadian, untuk mampu mendeskripsikan kepribadian seseorang, harus mengetahui teori-teori kepribadian dan cara pendekatannya. 


     Psikologi Diferensial dikembangkan oleh William Stern, dalam bukunya Die Differentielle Psychologie tahun 1900 mengulas secara sistematis bidang-bidang dan metode dari psikologi Diferensial atau psikologi khusus. Dari psikologi khusus ini berkembanglah psikometri yaitu caabang psikologi yang berupaya mempelajari dan mengukur gejala-gejala psikis yang khas dari seseorang. Cabang psikologi yang menekankan keunikan dan perbedaan antar manusia. Perbedaan itu diukur dengan menggunakan alat-alat ukur yang dikenal dengan tes psikologi. pada awalnya tes tersebut digunakan untuk mengukur intelegensi dan kemampuan mental lainnya. Tes intelegensi sendiri untuk pertama kalinya dikembangkan oleh Binet dan Simon di Prancis yang digunakan untuk mengukur anak yang mempunyai ingatan normal dan anak yang mempunyai ingatan lemah. Lalu tes intelegensi dari Binet dan Simon dikembangkan oleh Terman dan Merrill yang dikenal dengan Terman dan Merrill Intelligence Test. Pada perang dunia pertama (1914) sarjana psikologi di Amerika mengembangkan tes intelegensi dan digunakan untuk menyeleksi anggota tentara. Tes tersebut bernama Army Alpha Test (untuk yang bisa baca) dan Army Beta Tes (untuk yang buta aksara). Setelah perang dunia 1 psikometri berkembang sanagt pesat. Tes-tes psikologi mulai digunakan untuk mengukur kepribadian, minat seseorang, seleksi tenaga kerja, penyuluhan bimbingan, pengembangan karier.   

Rabu, 05 Maret 2014

Psikodiagnostik #1



Psikodiagnostik #1
Rabu 05 Maret 2014

            Pertemuan awal mata kuliah psikodiagnostik.
sebelum masuk ke materi, diawal kuliah mas seta memberlakukan aturan-aturan dikelas yang berlaku bagi semua mahasiswa pada jam dan mata kuliah psikodiagnostik: minimal keterlambatan masuk kelas 30 menit, kehadiran 75%-100%, pengumpulan tugas individu untuk review hanya 24 jam dan untuk tugas  literatur materi yang akan dipelajari pada pertemuan selanjutnya terakhir pada hari minggu. Untuk penilaian keaktifan dikelas dan tugas individu 60% UTS&UAS masing-masing 20%.

Psikodiagnostik berasal dari dua suku kata yaitu psikologi dan diagnostik. Lalu apa definisi dari psikodiagnostik itu sendiri?
Sebelum mahasiswa memahami apa definisi dari psikodiagnostik, mas seta memberikan pertanyaan pada mahasiswa “apa psikodiagnostik itu?”. Namun tidak ada satupun dari mahasiswa dikelas yang tepat menjawab pertanyaan mas seta. sehingga mas seta  mencoba menjelaskan psikodiagnostik secara terpisah.
 yang pertama mas seta mencoba menjelaskan arti psikodiagnostik dari pengertian psikologi secara umum yang berguna untuk memberikan gambaran/konsep awal kepada mahasiswa apa itu psikodiagnostik? sehingga mahasiswa dapat dengan mudah memahami arti psikodiagnostik itu. Yang kedua mas seta mencoba membuka ingatan mahasiswa tentang apa definisi psikologi dan sejarah awal berdirinya psikologi?  ketiga mas seta menjelaskan arti diagnostik itu secara terpisah juga? Lalu yang keempat penyatuan dua pengertian antara psikologi dan diagnostik lalu menggabungkannya menjadi satu sehingga mahasiswa memahami pengertian dari psikodiagnostik itu sendiri.
“Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari perilaku manusia dalam hubungan dengan lingkungannya”  
itulah salah satu definisi dari psikologi. “kenapa salah satu?”. Ya. Jika kita lihat dari sejarah awal psikologi sebelum menjadi ilmu pengetahuan yang berdiri sendiri yang terlepas dari filsafat dan ilmu faal. Definisi psikologi selalu berbeda-beda karena hampir semua sarjana psikologi modern mempunyai definisinya masing-masing. Hal itu tidak lepas dari banyaknya ranah kajian ilmu psikologi sehingga para sarjana psikologi mempunyai definisi yang berbeda-beda sesuai ranah yang digeluti. Bahkan perbedaan definisi itu sendiri terus berlangsung sampai sekarang.
dari penjelasan mas seta tentang diagnostik dan psikologi dikelas tadi, saya menangka bahwa psikologidiagnostik itu  adalah “suatu cara untuk menentukan kelainan-kelainan yang tampak  berdasarkan gejala  awal yang terlihat dengan menggunakan pendekatan psikologi bisa wawancara atau observasi”

Sabtu, 14 September 2013

A good day to die har

Apakah kau pernah memilih untuk hidup? Aku rasa tidak. Begitulah! Aku dan Kau tidak pernah memilih untuk hidup. Jika dulu sebelum kita terlahir bisa memilih, aku rasa aku tidak akan pernah memilih untuk merasakan (ke)hidup(an) ini. Bagaimana denganmu?

Where did we come from?
Why are we here?
Where do we go when we die?
What lies beyond?
And what lay before?
Is anything certain in life?

They say, “life is too short, the here and the now”
And you’re only given one short
But could there be more?
Have I lived before
Or could this be all that we’ve got?

If I die tomorrow
I’d be alright
Because I believe that after we’re gone
The spirit carries on

I used to be frightened of dying
I used to think death was the end
But that was before, I’m not scared anymore
I know that my soul will transcend
I may never find all the answers
I may never understand why
I may never prove what I know to be true
But I know that I still have to try

Move one, be brave, don’t weep at my grave
Because I am no longer here
But please never let your memory of me disappear

Safe in the light that surrounds me
Free of the fear and the pain
My questioning mind has helped me to find
The meaning in my life again

Victoria’s real, I finally fell
At the peace with the girl in my dreams
And now that I’m here, it’s perfectly clear

I found out what all of this means