Minggu, 09 Maret 2014

Psikodiagnostik dan psikologi Diferensial



      Konsep psikodiagnostik pertama kali digunakan oleh Hermann Roschard (1912)  sebagai suatu  metode untuk mendiagnosa kondisi pasiennya menggunakan pendekatan kedokteran. Menurut James Drever (1971) psikodiagnostik adalah suatu upaya untuk  menilai karakteristik individu melalui suatu pengamatan observasi melalui tanda-tanda yang bisa dilihat. Psikodiagnostik tidak hanya mengkalsifikasikan gangguan tingkah laku atau kepribadian yang ada, tetapi membuat deskripsi tentang kepribadian baik dari segi stuktur naupun dinamikanya. Dalam pemeriksaan yang dilakukan harus mengikuti aturan yang baku baik secara keseluruhan maupun khusus.psikodiagnostik tidak terlepas dari yang namanya kepribadian karena tujuan dari psikodiagnostik adalah mendeskripsikan kepribadian seseorang. Sebelum mendeskripsikan kepribadian seseorang kita harus menguasi dan memahami stuktur kepribadian, dinamika dan aspek-aspek kepribadian, untuk mampu mendeskripsikan kepribadian seseorang, harus mengetahui teori-teori kepribadian dan cara pendekatannya. 


     Psikologi Diferensial dikembangkan oleh William Stern, dalam bukunya Die Differentielle Psychologie tahun 1900 mengulas secara sistematis bidang-bidang dan metode dari psikologi Diferensial atau psikologi khusus. Dari psikologi khusus ini berkembanglah psikometri yaitu caabang psikologi yang berupaya mempelajari dan mengukur gejala-gejala psikis yang khas dari seseorang. Cabang psikologi yang menekankan keunikan dan perbedaan antar manusia. Perbedaan itu diukur dengan menggunakan alat-alat ukur yang dikenal dengan tes psikologi. pada awalnya tes tersebut digunakan untuk mengukur intelegensi dan kemampuan mental lainnya. Tes intelegensi sendiri untuk pertama kalinya dikembangkan oleh Binet dan Simon di Prancis yang digunakan untuk mengukur anak yang mempunyai ingatan normal dan anak yang mempunyai ingatan lemah. Lalu tes intelegensi dari Binet dan Simon dikembangkan oleh Terman dan Merrill yang dikenal dengan Terman dan Merrill Intelligence Test. Pada perang dunia pertama (1914) sarjana psikologi di Amerika mengembangkan tes intelegensi dan digunakan untuk menyeleksi anggota tentara. Tes tersebut bernama Army Alpha Test (untuk yang bisa baca) dan Army Beta Tes (untuk yang buta aksara). Setelah perang dunia 1 psikometri berkembang sanagt pesat. Tes-tes psikologi mulai digunakan untuk mengukur kepribadian, minat seseorang, seleksi tenaga kerja, penyuluhan bimbingan, pengembangan karier.   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar